Feeds:
Tulisan
Komentar

Lulus Sekolah, Mau Kemana?
Oleh: Anugrah Roby Syahputra*

Ujian Nasional SMA Tahun 2009 telah usai, tinggal menunggu hasilnya saja. Berdasarkan jadwal yang disusun Departemen Pendidikan Nasional, kalau tak ada aral melintang, paling lambat minggu kedua Juni esok hasil UN SMA akan diumumkan. Tentunya para siswa tengah menantinya dengan hati deg-degan. Ya, sebab ini adalah sebuah pertaruhan untuk masa depan. Apalagi nilai rata-rata minimum kelulusan semua pelajaran sekarang telah naik menjadi 5,50. Apakah nanti menangis bahagia saat perpisahan atau memang menangis sedih betulan?
Bagi kamu yang lulus tahun ini, artinya berakhir sudah –meminjam istilah Chrisye- “masa-masa paling indah” itu. Tahun inilah saat terakhir kamu mengenakan seragam putih abu-abu yang penuh kenangan. Semuanya akan segera kamu tinggalkan. Kemudian, pandanganmu pun seketika berubah hingga muncul sebuah pertanyaan: kemana setelah lulus sekolah?
Jawabannya beragam. Sangat variatif. Dan pastinya setiap kamu punya pilihan masing-masing. Namun, mungkin saja di antara kamu masih ada yang belum menentukan pilihan. Masih bingung menempuh jalan mana yang akan mengantarnya pada kebahagiaan hidup. Nah, berikut ini ada beberapa pilihan yang patut kamu pertimbangkan matang-matang. Lanjut Baca »

Termehek-mehek, Rekayasa?

“Termehek-mehek”, Rekayasa?
gaulislam edisi 074/tahun ke-2 (26 Rabiul Awal 1430 H/23 Maret 2009)

Reality show saat ini sedang menjamur. Tapi di antara semua tayangan reality show, Terhehek-Mehek adalah salah satu program yang dianggap paling disukai oleh pemirsa. Jam tayangnya yang prime time yaitu 18.15-19.00 WIB hingga back song-nya yang keren dan syahdu, membuat acara ini makin diminati.

Pertama kali nonton Termehek-mehek, apa sih yang ada di benak kamu? Pastinya sih terseret arus cerita yang seringkali mengaduk-aduk perasaan di tengah-tengah acara pencarian orang yang dikasihi. Kamu diajak untuk ikut dag-dig-dug menanti ending cerita, happy or sad ending? Jadinya berat rasanya mata untuk dialihkan ke hal lain selain mantengin monitor TV sampai acara selesai. Ehem..iya apa iya?

Lanjut Baca »

Lomba Jadi Lelaki Sejati

Lomba “Jadi Lelaki Sejati”
gaulislam edisi 075/tahun ke-2 (3 Rabiul Akhir 1430 H/30 Maret 2009)

Yup! Be a man, be a real man. Sebuah reality show yang kembali ditayangin oleh salah satu stasiun televisi swasta. Setelah sukses dengan Be A Man ternyata dibikin lanjutannya lagi nih, jadi Be A Man 2. Pesertanya adalah 25 orang waria yang dikumpulin di sebuah kamp tentara terus digembleng selama 14 hari, ini acara diyakini bisa nyedot para penonton buat mantengin layar tv (terserah deh, tv tetangga, tv sendiri, tv umum ato dapet minjem…). Kan bikin penasaran tuh! Masa’ iya bisa nyulap tuh para waria dalam 14 hari terus jadi lelaki sejati lagi? Au deh, Booo!

Lanjut Baca »

Kawin Kontrak?

Mau dikawin kontrak?? Enggak ah! Kawin kok kontrak, kayak rumah aja bisa dikontrakin. Istilah yang satu ini memang bukan hal baru. Tapi saat ini mulai kembali jadi tren. Kawin kontrak memang ga lagi jadi istilah asing. Fakta kawin kontrak banyak terjadi di negeri kita. Seorang laki-laki dan wanita bersedia menikah pada jenjang waktu tertentu. Semisal, mau dinikahi sewaktu si laki-laki bekerja di tempatnya selama kontrak kerjanya masih berlaku. Nah, pada saat si lelaki dipecat, maka perkawinan itu kontraknya batal. Kawin kontrak ini juga biasa terjadi pada TKI kita yang ada di luar negeri. Selama bekerja di sana, konon ada TKI yang mau menikah sementara dengan penduduk pribumi daerah tersebut. Sehingga pas TKI tadi balik ke kampung halamannya, kontrak nikah mereka buyar. Lanjut Baca »

Madu dan Racun di Televisi

Madu dan Racun di Televisi
gaulislam edisi 065/tahun ke-2 (22 Muharram 1430 H/19 Januari 2009)

Gimana, masih seneng nonton tivi? Apa yang kamu tonton? Sinetron? Pantes aja Cinta Fitri, Cinta Indah, Cinta Mutiara, Cinta Bunga, lalu juga ada Intan, Candy, Mutiara, Lia, dan masih seabrek nama tokoh yang dipakai demi mendongkrak rating sinetron. Yupz, kamu semua pasti sudah langsung ngeh bahwa semua nama di atas itu adalah judul sinetron Indonesia yang meskipun berbeda-beda namun satu jua. Satu tema cerita, jalan cerita bahkan ending cerita. Bukan tak mungkin pemainnya juga sama meski beda-beda judul.

Sejenak kemudian, mengikuti laris manisnya Ayat-ayat Cinta, sinetron Indonesia sedikit berubah haluan. Kenapa sedikit? Karena bau reliji sudah mulai tampak dari judulnya. Mulai Munajah Cinta, Assalamu’alaikum Cinta, Zikir Cinta, Ta’aruf, Muslimah dan masih banyak judul lain yang mendompleng istilah Islam. Judul boleh Islam, isinya nggak beda dengan dengan yang bukan Islam. Mulai rebutan harta, rebutan pacar (kalo yang judul Islam, rebutan suami), selingkuh, saling caci, teriak-teriak memaki, dan banyak contoh buruk lainnya.

Itu adalah jajaran sinetron Indonesia. Peringkat berikutnya adalah tayangan reality show yang lagi booming gara-gara Termehek-mehek menjadi acara yang diminati pemirsa. Belum lagi acara pencarian bakat yang juga marak semisal Indonesian Idol, Mama Mia Show, KDI, Super Twin dan seabrek acara sejenis lainnya. Terus ada gosip selebriti dan acara musik yang tiap saat siap, bahkan ada chanel khusus untuk mantenginnya. Hmm…bisa dipastikan kamu nggak bakal beranjak dari depan televisi tuh mantengin acara begituan.

Lanjut Baca »

Artikel : Oleh Sholihin (Penulis Seri Buku “Jangan Jadi Bebek”)

Kamu yang doyan melototin layar kaca, kayaknya pernah deh nemuin iklan kayak gini: “Kamu kan lahirnya Selasa Kliwon. Tak cocok kerja di air. Harusnya berdagang.” Terus nyaranin penonton untuk kirim SMS ke nomor tertentu.

Bro, memang lucu juga ya? Menentukan nasib lewat primbon. Sangat boleh jadi orang yang dalam adegan di iklan sebagai pekerja yang hubungannya dengan air itu justru sukses di tempat yang menurut primbon tidak cocok dengan tanggal lahirnya. Bisa aja pernyataannya jadi begini: “Kamu ini lahirnya Selasa Kliwon. Nggak cocok kerja yang berhubungan dengan air, kecuali jadi direktur PDAM…” Hehehe…

Lanjut Baca »

Top 7 Dosa Remaja

“Bagaimana, ya? Kalo yang satu itu aku masih belum bisa melepaskannya. Pake ganja udah aku tinggalin. Minum minuman keras juga udah nggak mau. Tapi kalo masalah cewek aku nggak bisa tahan. Udah puasa sunnah, udah sholat malam, tapi kalo ketemu cewek penginnya liat-liat. Trus nanti mikirin dia juga. Masih sulit untuk nggak ngebayangin cewek.”

Di antara sekian banyak dosa, selalu ada beberapa dosa yang khas merupakan cap kalangan tertentu. Karena kita remaja tentunya kita membahas dosa-dosa yang berkaitan dengan diri kita. Bukan untuk kamu lakukan loh, tentu aja untuk kita tinggalkan. Lanjut Baca »

Oleh Ihsan Tandjung

Ketika Allah ta’aala menggambarkan karakter bangsa Rum di dalam surah Ar-Ruum, maka kita temukan salah satunya ialah sekularistik dan materialistik. Bangsa Rum dewasa ini diwakili oleh bangsa barat umumnya, Eropa dan Amerika khususnya. Sekular dalam pengertian menyangka bahwa kehidupan hanyalah di dunia belaka. Mereka tidak memiliki wawasan ukhrowi sedikitpun. Materialis dalam pengertian hanya bisa menilai segala sesuatu berdasarkan hal-hal yang lahiriyah semata. Mereka tidak pernah tahu mengenai hadirnya perkara ghaib atau tidak tampak.

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS Ar-Ruum ayat 7) Lanjut Baca »

Oleh: Ulis Tofa, Lc

Apa yang dirasakan oleh juara Euro 2008, Tim Spanyol, ketika ia dipastikan menjadi juara dalam event besar itu? Tentu luapan kegembiraan dan suka cita menyatu dalam diri mereka. Tidak hanya pemain, pelatih, dan tim saja, bahkan semua warga negara Spanyol menyatu dalam kegembiraan itu. Dunia memujinya, publik menyanjungnya. Spanyol jadi buah bibir.

Keberhasilan itu hasil jerih perjuangan panjang dan melelahkan. Penantian selama empat puluh tiga tahun untuk merebut kembali predikat sang juara. Penuh kesungguhan dan kedisiplinan.

Bagaimana jika piala itu datangnya dari Tuhannya manusia?. Bagaimana jika predikat juara itu disematkan oleh Pemilik alam raya ini?. Bagaimana jika yang menyanjung itu adalah Penentu kehidupan semua makhluk?. Lanjut Baca »

Alloo.. wah selamat deh, buat sobat yang ketrima di sekolah barumu. Gimana rasanya jadi anak baru? Enak, sedih, bingung, takut… wah yang jelas, kamu pasti punya banyak perasaan ketika jadi anak baru. Tulisan kita kali ini moga bias jadi teman di saat kamu jadi anak baru n lagi mencari teman baru…

Friends are the flowers in the garden of the heart . Saya pernah baca kalimat ini, di satu tempat. Dan saya langsung konek, wah betul juga yah. Teman adalah bunga-bunga di taman hati, ciee….
Itu bagi saya. Tapi tidak semua setuju lho dengan apa yang saya yakini ini. Ada banyak versi bila saja kita mau bertanya ke orang-orang di sekeliling kita. Ada orang yang baik banget pada temannya, eh ternyata ada maunya. Buat nyontekkin kala ujian, misalnya. Ato buat ngutang saat gak punya duit? Hmm.. bisa juga buat jadi mak comblang waktu naksir incerannya. Kalo dah gak berguna? So , pasti bakal gak mau temenan lagi. Ada uang teman disayang,, gak ada uang teman ditendang. Weleh�weleh� ini nggak baik banget lho. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »